3

9 kalimat terlarang untuk anak

Posted by Aisyah Barhutin on Thursday, July 31, 2008 in

Aa Rama sudah 5 tahun, itu artinya sudah 5 tahun status kita berubah menjadi 'orang tua'. yang artinya Allah telah memilih kita untuk menjadi orang yang akan mengantar Aa Rama dan Adik Naya menuju kehidupan mereka yang sesunguhnya. seberapa baikkah kita? apa yang sudah kita berikan pada mereka?
kemarin ummi share sama bunda nisa -anissa adalah teman sekelas Aa Rama di Global Creative School- kita ngobrol banyak hal.. termasuk define what is a good mom.. bunda nisa bilang, "for me, now, good means, not yelling ketika anissa dan fadhil mulai merengek gak jelas" bunda nisa juga bilang kalau dia baca buku anger management... ummi pun merieview diri ummi, perlakuan dan perkataan ummi pada anak-anak ummi. ummi sadar, kadang ummi mengatakan hal-hal yang tidak benar, melukai perasaan mereka, padahal ummi udah baca artikel tentang 9 kalimat terlarang untuk anak di majalah parenting indonesia, isinya... jangan katakan :

  1. "biarkan saya sendiri" kalau kita terlalu sering mengatakan "jangan ganggu mama" atau "mama sibuk" anak-anak akan merekam pesan itu, mereka akan mengira tak ada gunanya bicara dengan kita karena kita selalu mengabaikan mereka. kalau anak sudah terbiasa seperti itu sejak kecil, setelah besar pun mungkin mereka enggan terbuka pada kita. ketika kita sedang sibuk, ada baiknya memberi sinyal sebelumnya, mungkin kita bisa bilang "mama harus menyelesaikan ini dulu ya... jadi kakak tenang-tenang aja melukis, nanti kalau mama sudah selesai kita main sama-sama"
  2. "kamu.....sekali" cap yang negatif seperti 'si pemarah' seolah bisa jadi pembenaran terhadap diri mereka. juga cap yang positif seperti 'cerdas' dapat membentuk seorang anak dan menempatkannya pada harapan yang tak perlu atau yang tak selayaknya. pendekatan yang lebih baik adalah dengan langsung menunjuk suatu sikap tertentu dan mengesampingkan sikap atau kepribadian.
  3. "jangan menangis!"atau 'jangan sedih' atau 'jangan kaya bayi'. pada dasarnya anak-anak gampang sedih dan menangis terutama batita yang tak bisa selalu menuturkan perasaannya dengan kata-kata. tapi berkata 'jangan' tidak akan membuat membuat anak merasa lebih baik karena hal itu juga mengirimkan pesan bahwa perasaan mereka tidak benar, bahwa tidak baik merasa sedih atau takut. jangan tak mau mengakui bahwa anak kita tengah merasakan sesuatu ketika dia memang merasakannya, tapi akui perasaan itu sejak awal, seperti "kamu pasti sedih ya karena kakak bilang gak mau main sama kamu" dengan mengakui perasaan anak yang sebenarnya, dan memilihkan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan diri, artinya kita memperlihatkan kepada mereka apa artinya memiliki empati. pada akhirnya, anak akan jarang menangis dan lebih mudah mengutarakan perasaannya.
  4. "kenapa kamu gak bisa seperti....."menurut para ahli, membandingkan anak dengan anak lain adalah hal yang wajar bagi orang tua. tapi, usahakan jangan sampai anak mendengar ketika kita melakukan hal itu. setiap anak mengalami perkembangan dan memiliki temperamen serta kepribadian yang tak sama. membandingkan anak dengan anak lain membuat kita seolah berharap agar dia jadi orang yang berbeda dari dirinya yang sekarang.
  5. "harusnya kamu lebih hati-hati"sama seperti membanding-bandingkan. satu hal yang pasti, seorang anak mungkin belum tahu banyak. belajar adalah proses trial and error.meski dia melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya, komentar kita seringkali tidak produktif dan tidak mendukung. mungkin kita bisa katakan "mama senang lho, kalau kakak bisa menuang air seperti ini (sambil memberi contoh), terima kasih"
  6. "stop atau mama buat kamu menyesal!"ancaman, biasanya sebagai akibat dari rasa frustasi orang tua, sangatlah tidak efektif. makin muda seorang anak, makin lama waktu yang dia butuhkan untuk memahami. bahkan untuk anak yang lebih tua, tak ada strategi disiplin yang pasti akan memberikan hasil yang sama setiap saat. jadi, akan lebih efektif untuk membangun suatu pemahaman akan taktik yang konstruktif seperti mengarahkan kembali, memindahkan anak dari situasi itu atau istirahat sejenak, daripada mengandalkan diri pada hal-hal yang terbukti memberikan hasil negatif, termasuk ancaman verbal dan pukulan.
  7. "tunggu sampai papa pulang!"mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain bisa menurunkan kewenangan kita. anak akan berfikir "kenapa aku harus nurut sama mama kalau dia nggak bisa apa-apa?" lebih parah lagi, itu artinya kita menempatkan suami dalam peran sebagai polisi yang jahat.
  8. "cepat!"betapun terburu-burunya kita, cobalah untuk menjaga intonasi suara kita saat meminta anak untuk bergegas, dan usahakan untuk tidak terlalu sering mengatakannya. ada kecenderungan anak bisa merasa bersalah karena telah membuat kita gusar, tapi rasa bersalah itu tak membuat mereka bergerak lebih cepat.
  9. "bagus sekali!" atau "anak manis!"dorongan yang positif adalah salah satu cara yang paling efektif bagi orangtua. pujian "bagus!" untuk setiap hal kecil, mulai dari menghabiskan susu hingga menggambar, lama kelamaan bisa kehilangan arti. untuk keluar dari hal berlebihan seperti itu maka berikanlah pujian hanya untuk hal-hal yang benar-benar membutuhkan usaha keras, cobalah untuk spesifik, misalnya daripada mengatakan "hasil yang bagus!" lebih baik katakan, "cerah sekali warna yang kamu pilih untuk menggambar bunga itu", dan tunjukkan pujian pada sikap bukan pada anak, misalnya "mama senang sekali kamu bisa membereskan tempat tidur tanpa mama minta"

so.... itu sekilas dari yang ummi baca di majalah parenting. mudah-mudahan bisa melengkapi obrolan kita kemarin ya, bunda.... rasanya akan lebih menyenangkan kalimat seperti itu daripada menggantinya dengan letupan amarah. ummi yakin, masih ada kesempatan esok hari buat ummi untuk memperbaiki diri. maaf ya, nak... selama ini ummi berbuat salah.... buat bunda nisa... we can do it.. to be a good mom, to have wonderful children who make a better world. semangaaaaaaaaaaaaaaaaat..........!!!!!!


3 Comments


wah artikel yg bagus... jadi punya rambu2 nih sama anak2 :)


Ok juga nih artikelnya!
Lumayan buat referensi kalo saya nanti jadi ortu ^^!


thanks artikelnya, saya harus hati2 juga mengeluarkan kalimat-kalimat itu. lihat juga cerita ttg anak2 saya dan my wisdom di www.giftaanakku.wordpress.com

Copyright © 2009 Basya Mandaka, Love and Life All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.